ada sebuah nama yang tak pernah benar-benar jauh
dari degup yang kusembunyikan.
Ia tinggal di antara sunyi yang paling dalam,
di antara rindu yang tak pernah selesai kutuliskan.
9 bulan yang panjang itu telah kau rangkai dengan sabar
yang bahkan waktu pun enggan mengukurnya
engkau menyimpan hidupku di dalam gelap yang kau jaga
seperti cahaya
menyembunyikan perihmu agar aku dapat lahir tanpa luka
berpulangkah kuayunkan menjauhi arah yang perah
Namun percayalah beratus bayangmu datang
tanpa permisi menggenangi isi pikiranku sendiri.
Semakin jauh aku berjalan
semakin sering namamu kembali seperti ombak yang tak pernah
lelah mengejar pantainya.
Betapa sering aku melangkah tanpa menoleh ke belakang.
Seakan dunia lebih luas daripada peluk yang pernah
menyelamatkan ragaku sendiri.
Sejatinya di setiap langkah yang kucuri dari takdir,
ada doamu yang diam-diam menjadi pimpin Allah.
Aku ini hanyalah seorang anak yang kerap lupa
bahwa di setiap hembus nafas
ada pengorbanan yang tak pernah meminta untuk dikenang.
Dan bila segala yang punya gugur satu persatu.
Bila dunia tak lagi memberi tempat untuk berdiri.
Setidaknya aku tahu aku tahu akan ada selalu satu nama yang
tak pernah menutup pintunya untukku.
Sebuah nama yang kusebut dengan seluruh kerendahan hati yang
kumiliki ibu.
Di mana ada kamu dalamnya? Ah.
EmoticonEmoticon