Tuesday, April 28, 2026

Puisi Ibu

Tags

ada sebuah nama yang tak pernah benar-benar jauh

dari degup yang kusembunyikan.

Ia tinggal di antara sunyi yang paling dalam,

di antara rindu yang tak pernah selesai kutuliskan.

9 bulan yang panjang itu telah kau rangkai dengan sabar

yang bahkan waktu pun enggan mengukurnya


engkau menyimpan hidupku di dalam gelap yang kau jaga seperti cahaya

menyembunyikan perihmu agar aku dapat lahir tanpa luka

berpulangkah kuayunkan menjauhi arah yang perah


Namun percayalah beratus bayangmu datang

tanpa permisi menggenangi isi pikiranku sendiri.

Semakin jauh aku berjalan

semakin sering namamu kembali seperti ombak yang tak pernah lelah mengejar pantainya.


Betapa sering aku melangkah tanpa menoleh ke belakang.

Seakan dunia lebih luas daripada peluk yang pernah menyelamatkan ragaku sendiri.

Sejatinya di setiap langkah yang kucuri dari takdir,

ada doamu yang diam-diam menjadi pimpin Allah.


Aku ini hanyalah seorang anak yang kerap lupa

bahwa di setiap hembus nafas

ada pengorbanan yang tak pernah meminta untuk dikenang.

Dan bila segala yang punya gugur satu persatu.


Bila dunia tak lagi memberi tempat untuk berdiri.

Setidaknya aku tahu aku tahu akan ada selalu satu nama yang tak pernah menutup pintunya untukku.

Sebuah nama yang kusebut dengan seluruh kerendahan hati yang kumiliki ibu.

Di mana ada kamu dalamnya? Ah.


Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon